Haji FurodaHaji Furoda
  • Beranda
  • Profil
  • Haji Furoda 2026
  • Umroh
  • Haramain Update
  • Kontak
Haji FurodaHaji Furoda
  • Beranda
  • Profil
  • Haji Furoda 2026
  • Umroh
  • Haramain Update
  • Kontak
Search
  • Beranda
  • Profil
  • Haji Furoda 2026
  • Umroh
  • Haramain Update
  • Kontak
Follow US
Home » Download Tata Cara dan Panduan Haji Tamattu Lengkap » Page 5
Artikel

Download Tata Cara dan Panduan Haji Tamattu Lengkap

Sponsored by
Haji Furoda Indonesia
Share
26 Min Read
Panduan Haji Tamattu
- Advertisement -
Ad image
Section
5 - H. Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam Berangkat Menuju ‘Arafah.
1 - Download Panduan Haji Tamattu
2 - Tata Cara Pelaksanaan Haji Rasulullah Shalallaahu Alaihi Wasalam
3 - C. Berdiri di Atas Bukit Shafa dan Marwah
4 - E. Khutbah Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam Menekankan Para Jama’ah Haji Qiran Yang Tidak Menggiring Binatang Hadyu dan Para Jama’ah Haji Ifrad Untuk Menjadikan Haji Mereka Sebagai Umrah.
5 - H. Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam Berangkat Menuju ‘Arafah.
6 - M. Bertolak dari Muzdalifah untuk Melempar Jumratul ‘Aqabah

H. Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam Berangkat Menuju ‘Arafah.

Lalu berangkatlah Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam dan orang-orang Quraisy dengan tidak ragu. Namun beliau berhenti pada Masy’aril Haram yang terletak di Muzdalifah, disitulah tempat turun beliau, sebagaimana yang dilakukan orang-orang Quraisy di zaman Jahiliyyah. Kemudi-an beliau melanjutkan perjalanannya hingga mendatangi (sebuah tempat dekat) padang ‘Arafah, dan beliau jumpai bahwasanya Qubbah (kemah) beliau telah dibangun di Namirah, lalu beliaupun turun ditempat tersebut, hingga ketika matahari telah tergelincir, beliau memerintahkan agar unta beliau ” al-Qashwa’ ” segera dipasang pelananya, lalu beliau melanjutkan perjalanannya dan memasuki tengah lembah.

I. Khutbah Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam di Arafah

(Beliau bersabda:)

إِنَّ دِمَاءَكُمْ وَ أَمْوَالَكُمْ حَرَامٌ عَلَيْكُمْ كَحُرْمَةِ يَوْمِكُمْ هَذَا فِيْ شَهْرِكُمْ هَذَا فِيْ بَلَدِكُمْ هَذَا أَلاَ كُلُّ شَيْءٍ مِنْ أَمْرِ الْجَاهِلِيَّةِ تَحْتَ قَدَمَىَّ مَوْضُوْعٌ

“Sesungguhnya darah-darah dan harta-harta kalian haram atas kamu sekalian seperti haramnya harimu ini, di bulanmu ini, di negerimu ini. Ketahuilah segala sesuatu dari perkara Jahiliyyah diletakkan dibawah kedua telapak kakiku ini.

وَدِمَاءُ الْجَاهِلِيَّةِ مَوْضُوْعَةٌ وَإِنَّ أَوَّلَ دَمٍ أَضَعُ مِنْ دِمَاءِنَا دَمُ ابْنِ رَبِيْعَةَ ابْنِ الْحَارِثِ – كَانَ مُسْتَرْضِعًا فِيْ بَنِى سَعْدٍ فَقَتَلَتْهُ هُذَيْلٌ – وَرِبَا الْجَاهِلِيَّةِ مَوْضُوْعٌ وَ أَوَّلُ رِبًا أَضَعُ رِبَا عَبَّاسٍ ابْنِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ فَإِنَّهُ مَوْضُوْعٌ كُلُّهُ

“Darah-darah dizaman Jahiliyyah diletakkan (dibatalkan dari tuntutan,-Pent) dan (tuntutan) darah pertama yang dibatalkan di antara tuntutan darah-darah kami adalah darah Ibnu Rabi’ah bin al-Harits, dia adalah seorang anak yang disusukan dikalangan Bani Sa’ad, lalu ia dibunuh oleh seorang dari suku Hudzail. Riba Jahiliyyah pun dibatalkan dan riba pertama yang aku letakkan (batalkan adalah riba milik ‘Abbas bin ‘Abdul Muththalib, semua riba itu dibatalkan.”

فَاتَّقُوْا اللَّهَ فِيْ النِّسَاءِ وَإِنَّكُمْ أَخَذْ تُمُوْهُنَّ بِأَمَانِ اللهِ وَاسْتَحْلَلْتُمْ فُرُوْجَهُنَّ بِكَلِـمَةِ اللَّهِ وَلَكُمْ عَلَيْهِنَّ أَنْ لاَ يُوْطِئْنَ فُرُشَـكُمْ أَحَدًا تَكْرَهُوْنَهُ فَإِنْ فَعَلْنَ فَاضْرِبُـوْهُنَّ ضَرْبًا غَيْرَ مُبَرِّحٍ وَلَهُنَّ عَلَـيْكُمْ رِزْقُهُنَّ وَ كِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوْفِ

“Bertakwalah kamu kepada Allah dalam (memperlakukan) para isteri, karena sesungguhnya kalian mengambil mereka dengan amanah Allah, dan menghalalkan kemaluan-kemaluan mereka dengan kalimat Allah. Kewajiban mereka atasmu yaitu mereka tidak boleh mempersilahkan seorang pun yang tidak kamu senangi untuk masuk ke rumahmu. Dan apabila mereka melanggar hal tersebut, maka pukullah mereka dengan pukulan yang tidak keras dan tidak menyakitkan. Dan kewajibanmu atas mereka yaitu memberi rizki (makan) dan pakaian dengan cara yang baik.”

وَإِنِّى قدْ تَرَكْتُ فِيْكُمْ مَا – لَنْ تَضِلُّوْا بَعْدُ إِنِ اعْتَصَمْتُمْ بِهِ كِتَابَ اللَّهِ وَ أَنْتُمْ تُسْأَلُوْنَ عَنِّى فَمَا أَنْتُمْ قَائِلُوْنَ؟ قَالُوْا: نَشْهَدُ أَنَّكَ قَدْ بَلَّغْتَ وَأَدَّيْتَ وَنَصَحْتَ. فَقَالَ بِأَصْبُعِهِ السَّبَـابَةِ يَرْفَعُهَا إِلَى السَّمَاءِ وَيُنْكِتُهَا إِلَى النَّاسِ: اللَّهُمَّ اشْهَدْ اللَّهُمَّ اشْهَدْ (ثَلاَثَ مَرَّاتٍ)

“Dan bahwasanya telah kutinggalkan padamu sesuatu yang menyebabkan kamu tidak akan tersesat selama-lamanya jika kamu berpegang teguh padanya, yaitu “Kitabullah”. Dan kamu akan ditanya tentangku, maka apakah jawaban kalian? (Para Sahabat) berkata: ‘Kami bersaksi bahwasanya engkau telah menyampaikan (risalah Rabbmu), menunaikan (amanah) dan menasihati (ummat), lalu beliaupun bersabda sambil mengangkat jari telunjuk-nya ke langit dan menggerakkannya kepada para Sahabat (jama’ah haji): ‘Ya Allah saksikanlah! Ya Allah saksikanlah (beliau mengucapkannya tiga kali.'”)

J. Menjamak Shalat di ‘Arafah.

Kemudian Bilal mengumandangkan adzan satu kali, lalu membaca iqamah, maka Nabi pun melaksanakan shalat Zhuhur, kemudian Bilal membaca iqamah sekali lagi, lalu Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam melaksanakan shalat ashar. Beliau tidak mengerjakan shalat (sunnah) di antara kedua shalat tersebut. Kemudian beliau menaiki untanya hingga tiba di tempat wuquf, beliau menjadikan perut untanya, al-Qashwa’, rapat ke batu-batu gunung dan menjadikan tempat berkumpulnya para pejalan kaki ber-ada didepannya, beliau mengahadap ke arah kiblat dan tetap wuquf hingga matahari ter-benam dan hilangnya mega kuning, serta bola matahari tenggelam. (Ketika wuquf beliau membonceng Usamah (bin Zaid,-Pent) dibelakangnya).

K. Bertolak Dari ‘Arafah

(Lalu) Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bertolak (dari ‘Arafah) dengan penuh ketenangan, beliau menyempitkan kekang (kendali) unta al-Qashwa’ hingga kepala unta itu menyentuh tempat meletakkan kaki yang ada di kendaraan itu. Dan beliau memberikan isyarat dengan tangan kanannya (kepada para jama’ah haji) seraya bersabda:

أَيُّهَاالنَّاسُ السَّكِيْنَةَ! السَّكِيْنَةَ

“Wahai sekalian manusia tenanglah, tenanglah!”

Setiap kali beliau tiba dibukit pasir, beliau longgarkan kendali untanya sedikit hingga untanya mendaki.

L. Menginap di Muzdalifah

Sesampainya di Muzdalifah, beliau me-laksanakan shalat Maghrib dan ‘Isya’ dengan satu adzan dua iqamah, beliau tidak shalat sunnah di antara kedua shalat itu. Kemudian beliau berbaring (tidur) hingga terbit fajar Shubuh, lalu beliau mengerjakan shalat Shubuh setelah kelihatan jelas masuknya waktu Shubuh dengan satu kali adzan dan satu kali iqamah.

Wuquf di Masy’aril Haram (Muzdalifah)

Kemudian Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam naik al-Qashwa’ hingga tiba di “Masy’aril Haram”, beliau langsung menghadap kiblat lalu berdo’a kepada Allah, bertakbir dan bertahlil (mengucapkan kalimat tauhid, Laa Ilaaha Illallaah) serta mentauhidkan-Nya. Beliau terus melaksa-nakan wuquf ini hingga pagi hari telah sangat terang dan beliau berkata:

وَقَفْتُ هَهُنَا وَالْمُزْدَلِفَةُ كُلُّهَا مَوْقِفٌ

“Aku wukuf disini dan seluruh lokasi Muzdalifah adalah tempat wukuf.”

Previous Page123456Next Page
- Advertisement -
Ad image
TAGGED:haji tamattuhaji tamattu sesuai sunnahpanduan haji tamattusponsortata cara haji tamattutata cara haji tamattu sesuai sunnah
Share This Article
Facebook Flipboard Pinterest Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram Email Copy Link Print
What do you think?
Love1
Happy0
Sad0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
ByRedaksi Haji Furoda Indonesia
Follow:
Tim Konten Haji Furoda Indonesia dikeloa oleh para penulis dengan latar belakang Haji & Umroh dan telah memiliki Sertifikasi Profesi BNSP untuk bidang Tour Planner, Tour Guide dan Tour Leader.
3 Comments 3 Comments
  • Ahmad Maulana says:
    26 April 2025 at 2:46 pm

    Alhamdulillah, terima kasih atas ringkasan panduan haji tamattu ini, sangat bermanfaat untuk kami

    Reply
  • Abu Hamzah says:
    26 April 2025 at 2:50 pm

    Syukron ustadz panduan haji tamattunya, alhamdulillah bisa kami baca2

    Reply
  • Intan Putri says:
    26 April 2025 at 4:36 pm

    Alhamdulillah, syukron tim hajifuroda.id yang sudah membuat konten ini, sangat bermanfaat dan memudahkan rencana kami berhaji.

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

Baca juga Yuk...

5 Doa Mustajab Agar Segera Berangkat Haji Bersama Keluarga
31 January 2026
Krisis Haji Khusus 2026: 13 Asosiasi Peringatkan Potensi Gagal Berangkat Massal
4 January 2026
Kunci Sukses Travel Haji Umroh di Era Digital
3 December 2025
Menteri Kesehatan Arab Saudi, Fahd Al-Jalajel
Visa Haji 2026 Hanya untuk Jemaah yang Lolos Standar Kesehatan
21 November 2025
Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, Tawfiq Al-Rabiah
Update Penting Haji 2026: 8 Syarat Baru yang Sudah Ditetapkan Arab Saudi
20 November 2025
Penerbitan Visa Haji 2026 Ditutup 1 Syawal 1447
20 November 2025
Cinta, Doa, dan Langit Aqsho: Perjalanan Romantis Pasangan Milenial yang Bikin Hati Adem
12 October 2025
Terobosan Baru: Antrean Haji Diseragamkan, Calon Jemaah Tak Lagi Menunggu Sampai 48 Tahun
4 October 2025
Perbedaan Haji Furoda vs Haji Mujamalah
Perbedaan Haji Furoda dan Mujamalah: Mana yang Lebih Aman untuk Anda?
27 August 2025

Lanjut baca Artikel ini juga yuk...

Perbedaan Haji Furoda Mujamalah dan Dakhili
Artikel

Fakta Mengejutkan: Perbedaan Haji Furoda/Mujamalah dengan Haji Dakhili

26 August 2025
Rapat Komisi VIII DPR Memutuskan BP Haji Menjadi Kementerian Haji dan Umroh
Artikel

BP Haji Resmi Menjadi Kementerian Haji dan Umroh

25 August 2025
tips kesehatan haji
Artikel

Siap Haji 2026? Ini Tips Jaga Kesehatan Fisik dan Mental!

23 August 2025
Artikel

Aturan Baru Haji 2026: Semua Lewat Platform Nusuk Masar

23 August 2025

Haji Tanpa Antri, Haji Furoda Solusinya, In Syaa Allah.

  • My Business
  • info@hajifuroda.id
  • 08577-063-5330
Facebook-f Instagram Twitter Tumblr
Copyright © 2026 Haji Tanpa Antri bersama HajiFuroda.id
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?