Setiap muslim tentu mendambakan kesempatan berhaji ke Tanah Suci. Namun, panjangnya antrean haji reguler di Indonesia—bahkan bisa mencapai 20 hingga 30 tahun di beberapa daerah—membuat banyak orang mencari alternatif lain. Salah satunya adalah haji non-kuota, yang dikenal dengan istilah Haji Furoda dan Haji Mujamalah.
Meski sering dianggap sama, keduanya ternyata memiliki perbedaan mendasar dari segi legalitas, proses pemberangkatan, biaya, hingga risiko. Artikel ini akan mengulas tuntas perbedaan haji furoda dengan haji mujamalah, agar Anda tidak salah langkah dalam memilih jalur ibadah yang sangat mulia ini.
Apa Itu Haji Furoda?
Definisi Haji Furoda
Haji Furoda adalah program haji non-kuota yang menggunakan visa resmi undangan langsung dari Pemerintah Arab Saudi. Jalur ini dikenal juga dengan istilah visa mu’tamar atau undangan dari para Amir/Pangeran yang mendapatkan hadiah kuota haji dari Pemerintah Arab Saudi, kemudian hadiah kuota haji tersebut dijual kembali ke pihak-pihak tertentu hingga bisa sampai ke Travel-travel di Indonesia.
Jemaah haji furoda tidak perlu menunggu antrean panjang seperti haji reguler atau haji plus. Visa yang digunakan dikeluarkan langsung oleh Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, sehingga legalitasnya diakui secara internasional.
Kelebihan Haji Furoda
- Resmi dan legal, langsung dari Pemerintah Arab Saudi.
- Tanpa antrean panjang, bisa berangkat di tahun yang sama saat mendaftar.
- Fasilitas lebih baik dibanding haji reguler.
- Proses pemberangkatan lebih terjamin karena diawasi langsung pemerintah Arab Saudi.
Kekurangan Haji Furoda
- Biaya lebih tinggi, rata-rata antara USD 20.000 – 30.000 (sekitar Rp300 juta – Rp450 juta).
- Kuota terbatas, tidak semua travel bisa menyediakannya.
- Proses administrasi cukup ketat.
- Tidak memiliki kepastian
Apa Itu Haji Mujamalah?
Definisi Haji Mujamalah
Haji Mujamalah adalah program haji non-kuota yang menggunakan visa undangan khusus dari pihak tertentu di Arab Saudi, biasanya berasal dari para atasenya di Indonesia (Atase Pertahanan, Atase Pendidikan, maupun Atase Agama).
Visa ini sifatnya lebih ke undangan personal atau sponsor, sehingga tidak langsung diawasi pemerintah Indonesia maupun Saudi. Umumnya di Indonesia yang mendapatkan Visa Mujamalah ini melalui lembaga-lembaga resmi.
Kelebihan Haji Mujamalah
- Sama seperti furoda, tidak perlu menunggu antrean panjang.
- Bisa berangkat lebih cepat, bahkan di tahun yang sama.
- Biaya cukup tinggi, hampir sama dengan program furoda.
Kekurangan Haji Mujamalah
- Biaya lebih tinggi, rata-rata antara USD 20.000 – 30.000 (sekitar Rp300 juta – Rp450 juta).
- Kuota terbatas, hanya melalui jalur lembaga-lembaga resmi, tidak semua travel bisa menyediakannya.
- Proses administrasi cukup ketat.
- Tidak memiliki kepastian
Perbedaan Haji Furoda dengan Haji Mujamalah
Untuk lebih jelas, mari kita bandingkan keduanya dalam tabel berikut:
| Aspek | Haji Furoda | Haji Mujamalah |
|---|---|---|
| Asal Visa | Melalui undangan personal pihak tertentu di Arab Saudi seperti Amir/pangeran-pangeran | Melalui Atase Arab Saudi di setiap wilayah negara |
| Legalitas | Diakui resmi oleh pemerintah Saudi | Diakui resmi oleh pemerintah Saudi dan Indonesia UU No. 8 tahun 2019 |
| Pengawasan | Diawasi langsung pemerintah Arab Saudi | Diawasi langsung pemerintah Arab Saudi |
| Risiko | Relatif aman | Relatif aman |
| Biaya | USD 20.000 – 30.000 | USD 20.000 – 30.000 |
| Antrean | Tidak ada | Tidak ada |
| Kepastian | Tidak memiliki kepastian bagi setiap pengajuan | Tidak memiliki kepastian bagi setiap pengajuan |
Mana yang Lebih Baik: Haji Furoda atau Mujamalah?
Dari sisi praktik di lapangan sebenarnya kedua program Haji ini, baik Haji Furoda maupun Mujamalah keduanya bisa dijadikan pilihan. Selagi peluang mendapatkan visa bisa diraih, keduanya bisa dijadikan solusi untuk berhaji tanpa antri dengan lebih aman dan nyaman tanpa perlu khawatir dengan pelanggaran hukum, baik di Indonesia maupun di Arab Saudi.
Tips Memilih Travel Haji Non-Kuota yang Aman
- Pastikan travel terdaftar resmi di Kementerian Agama RI.
Cek izin penyelenggaraan haji khusus (PIHK) mereka. - Minta bukti visa asli.
Jangan hanya percaya janji manis brosur atau sales. - Cek rekam jejak penyelenggara.
Cari tahu apakah mereka pernah bermasalah dengan jemaah sebelumnya. - Bandingkan fasilitas dan biaya.
Jangan tergiur murah, karena haji adalah ibadah sekali seumur hidup. - Gunakan kontrak tertulis.
Semua biaya, fasilitas, dan jadwal harus tertulis jelas.
Kesimpulan
Perbedaan Haji Furoda dengan Haji Mujamalah terletak pada asal visa, legalitas, keamanan, biaya, dan kepastian berangkat. Jika Anda ingin jalan yang lebih aman, legal, dan terjamin, maka Haji Furoda adalah pilihan terbaik meski biayanya lebih tinggi.
Namun, apapun jalurnya, niat ikhlas dan persiapan matang adalah kunci utama agar ibadah haji Anda diterima oleh Allah سبحانه وتعالى.
Ikuti terus Haramain Update bersama hajifuroda.id agar tidak ketinggalan informasi seputar haramain.

