Haji FurodaHaji Furoda
  • Beranda
  • Profil
  • Haji Furoda 2026
  • Umroh
  • Haramain Update
  • Kontak
Haji FurodaHaji Furoda
  • Beranda
  • Profil
  • Haji Furoda 2026
  • Umroh
  • Haramain Update
  • Kontak
Search
  • Beranda
  • Profil
  • Haji Furoda 2026
  • Umroh
  • Haramain Update
  • Kontak
Follow US
Home » Haru Bahagia Kakek 102 Tahun Wujudkan Mimpi Haji dari Kebun Kakao
Artikel

Haru Bahagia Kakek 102 Tahun Wujudkan Mimpi Haji dari Kebun Kakao

Redaksi Haji Furoda Indonesia
Redaksi Haji Furoda Indonesia
7 May 2025
336 Views
Share
4 Min Read
Sulaeman Rotte, Kakek 102 Tahun Jamaah Haji Tertua 2025
- Advertisement -
Ad image

Pinrang, Sulawesi Selatan – Suka cita terpancar dari wajah Sulaeman Rotte Bagulu, seorang kakek berusia 102 tahun asal Pinrang, Sulawesi Selatan, setelah namanya terdaftar sebagai calon jemaah haji (CJH) tahun ini. Kegembiraan Sulaeman semakin mendalam lantaran rezeki untuk menunaikan ibadah ke Tanah Suci itu merupakan hasil dari ketekunan menabung dari hasil kebun kakaonya selama bertahun-tahun.

Daftar Isi
Menanti Tak Sia-Sia: Penantian Haji Sejak Usia Senja Berbuah ManisBerkah Kebun Kakao dan Uluran Tangan Anak Jadi Bekal SuciSemangat Hidup Abadi: Tetap Produktif di Usia Lebih dari Satu AbadDoa dan Harapan untuk Ibadah Mabrur di Tanah SuciPrioritas Lansia: Sulaeman Masuk dalam Kuota Jemaah Haji TertuaKesehatan Prima Jadi Syarat Utama Keberangkatan Haji Lansia

Menanti Tak Sia-Sia: Penantian Haji Sejak Usia Senja Berbuah Manis

Sulaeman mulai mendaftarkan diri untuk berhaji pada tahun 2018, saat usianya menginjak sekitar 95 tahun. Ia tak henti mengucap syukur karena kesempatan untuk beribadah di Tanah Haram akhirnya akan menjadi kenyataan. “Alhamdulillah diberi umur panjang, kesehatan, dan kesempatan haji tahun ini,” ungkap Sulaeman dengan haru kepada awak media di Pinrang, Kamis (1/5/2025).

Berkah Kebun Kakao dan Uluran Tangan Anak Jadi Bekal Suci

Lebih lanjut, Sulaeman menceritakan bahwa dana untuk biaya keberangkatannya ke Tanah Suci diperoleh dari hasil jerih payahnya berkebun kakao. Tak hanya itu, anak-anaknya pun turut memberikan bantuan dana untuk pendaftaran hajinya. “Biayanya dari hasil kebun (kakao) itu dikumpulkan sedikit demi sedikit, ada juga bantuan dari anak-anak. Saya menunggu selama 7 tahun. Ini terasa cepat karena faktor usia,” jelasnya.

Semangat Hidup Abadi: Tetap Produktif di Usia Lebih dari Satu Abad

Lahir pada 31 Desember 1922, Sulaeman membuktikan bahwa usia senja bukanlah penghalang untuk tetap aktif. Meski usianya telah melampaui satu abad, ia masih sering pergi ke kebun untuk bekerja. “Biasanya saya ke kebun. Justru badan terasa sakit kalau tidak bekerja dan berkeringat,” tuturnya.

Doa dan Harapan untuk Ibadah Mabrur di Tanah Suci

Sulaeman memohon doa agar diberikan kelancaran dalam menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji di Tanah Suci. Ia juga berharap dapat kembali ke tanah kelahirannya dengan selamat dan menyandang predikat haji mabrur. “Mohon doanya agar saya sehat selama menjalani ibadah haji ini dan bisa pulang kembali ke Pinrang dalam keadaan sehat,” imbuhnya dengan tulus. “Haji bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi perjalanan hati. Saya ingin menjalankan ibadah ini dengan sebaik-baiknya,” kata Sulaeman dengan mata berkaca-kaca.

Prioritas Lansia: Sulaeman Masuk dalam Kuota Jemaah Haji Tertua

Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Selatan, Ikbal Ismail, membenarkan bahwa Sulaeman merupakan calon jemaah haji tertua di Sulawesi Selatan pada tahun ini. “Umur calon jemaah haji tertua Sulsel atau Pak Sulaeman ini 102 tahun. Beliau mendapatkan kuota lansia,” terang Ikbal.

Kesehatan Prima Jadi Syarat Utama Keberangkatan Haji Lansia

Ikbal menjelaskan bahwa Sulaeman dan seluruh calon jemaah haji lainnya telah melalui proses pemeriksaan kesehatan yang ketat. Calon jemaah yang dianggap sakit atau tidak mampu melaksanakan ibadah haji tidak akan lolos. “Proses pengecekan kesehatan selalu ketat. Artinya, Pak Sulaeman dianggap sehat sehingga diperbolehkan melaksanakan ibadah haji,” tegasnya. Ia menambahkan bahwa jadwal tunggu bagi calon jemaah haji lansia lebih singkat atau diprioritaskan, dengan syarat sehat dan telah mendaftar minimal 5 tahun. “Kuota lansia adalah 5 persen atau 364 orang, dengan catatan sudah mendaftar minimal 5 tahun,” pungkasnya.

Baca juga yuuk

5 Doa Mustajab Agar Segera Berangkat Haji Bersama Keluarga
Krisis Haji Khusus 2026: 13 Asosiasi Peringatkan Potensi Gagal Berangkat Massal
Kunci Sukses Travel Haji Umroh di Era Digital

Kisah haru dan inspiratif dari Sulaeman menjadi pengingat bagi kita semua tentang kekuatan mimpi dan ketekunan. Di usia yang senja, dengan semangat yang membara, beliau membuktikan bahwa tidak ada kata terlambat untuk meraih cita-cita, bahkan impian suci untuk menunaikan ibadah haji. Semoga perjalanan ibadah Sulaeman berjalan lancar, diberikan kesehatan selalu, dan kembali ke tanah air dengan haji yang mabrur.

Mari kita doakan bersama agar seluruh jemaah haji Indonesia, termasuk Bapak Sulaeman, dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk dan kembali dengan selamat. Bagikan kisah inspiratif ini agar semakin banyak orang termotivasi untuk mewujudkan impian mereka!

- Advertisement -
Ad image
TAGGED:inspirasi
Share This Article
Facebook Flipboard Pinterest Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram Email Copy Link Print
What do you think?
Love2
Happy0
Sad0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
ByRedaksi Haji Furoda Indonesia
Follow:
Tim Konten Haji Furoda Indonesia dikeloa oleh para penulis dengan latar belakang Haji & Umroh dan telah memiliki Sertifikasi Profesi BNSP untuk bidang Tour Planner, Tour Guide dan Tour Leader.
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

Baca juga Yuk...

Cinta, Doa, dan Langit Aqsho: Perjalanan Romantis Pasangan Milenial yang Bikin Hati Adem
12 October 2025
Terobosan Baru: Antrean Haji Diseragamkan, Calon Jemaah Tak Lagi Menunggu Sampai 48 Tahun
4 October 2025
Perbedaan Haji Furoda vs Haji Mujamalah
Perbedaan Haji Furoda dan Mujamalah: Mana yang Lebih Aman untuk Anda?
27 August 2025
Perbedaan Haji Furoda Mujamalah dan Dakhili
Fakta Mengejutkan: Perbedaan Haji Furoda/Mujamalah dengan Haji Dakhili
26 August 2025
Rapat Komisi VIII DPR Memutuskan BP Haji Menjadi Kementerian Haji dan Umroh
BP Haji Resmi Menjadi Kementerian Haji dan Umroh
25 August 2025
tips kesehatan haji
Siap Haji 2026? Ini Tips Jaga Kesehatan Fisik dan Mental!
23 August 2025
Aturan Baru Haji 2026: Semua Lewat Platform Nusuk Masar
23 August 2025
ilustrasi kartu nusuk haji
Demi Kelancaran Haji, BP Haji Lobi Arab Saudi Agar Kartu Nusuk Dibagikan Lebih Awal
22 August 2025
Fatwa Haji Furoda oleh Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad
Fatwa Ulama Hukum Menjual Haji Furoda: Perhimpunan Al Irsyad
21 August 2025

Lanjut baca Artikel ini juga yuk...

Lokasi Kampung Haji Indonesia di Arab Saudi
Artikel

Kampung Haji Indonesia: Akan Dibangun di Mekkah 50 Hektar Luasnya

6 August 2025
Artikel

3 Contoh Sambutan Pelepasan Jamaah Haji: Singkat Berkesan di Hati!

24 July 2025
Artikel

Sinyal Positif dari Saudi: Kuota Haji 2026 Diprediksi Naik

22 July 2025
Artikel

Kabar Gembira! Pangeran MBS Setujui Pembangunan Kampung Haji RI Dekat Masjidil Haram

16 July 2025

Haji Tanpa Antri, Haji Furoda Solusinya, In Syaa Allah.

  • My Business
  • info@hajifuroda.id
  • 08577-063-5330
Facebook-f Instagram Twitter Tumblr
Copyright © 2026 Haji Tanpa Antri bersama HajiFuroda.id
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?