Menjalankan rukun Islam kelima merupakan cita-cita agung bagi setiap mukmin. Haji bukan sekadar pemenuhan kewajiban syariat, melainkan sebuah perjalanan spiritual yang sangat mendalam. Meski demikian, keterbatasan kuota dan biaya seringkali menjadi ujian kesabaran. Sebagai bentuk tawakal, memanjatkan doa menjadi kunci utama bagi mereka yang rindu bersujud di depan Ka’bah.
Artikel ini akan mengulas lima rangkaian doa serta amalan praktis agar Anda sekeluarga segera dipanggil menjadi tamu Allah. Silakan simak ulasan lengkapnya berikut ini.
Allah Begitu Dekat Pada Orang Yang Berdoa
Allah begitu dekat dengan orang-orang yang senantiasa berdoa. Kedekatan ini terasa begitu personal dan eksklusif. Bahkan, jika kita ingin berada di posisi yang paling dekat dengan-Nya, sujud adalah waktu yang paling utama, sebagaimana dijelaskan dalam hadist kutipan Majmu’ Al Fatawa 15/17, bahwa tempat yang paling dekat antara seorang hamba dengan Allah adalah ketika ia sujud.
Ayat yang penting untuk kita renungkan adalah firman Allah Ta’ala,
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo’a apabila ia memohon kepada-Ku. Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS. Al Baqarah: 186)
5 Doa Agar Segera Menunaikan Ibadah Haji
Berdoa adalah wujud pengakuan bahwa manusia hanyalah hamba yang lemah dan bergantung sepenuhnya pada kuasa Allah ﷻ. Berikut adalah rangkaian doa yang dapat diamalkan secara istiqamah:
1. Shalawat untuk Sampai ke Baitullah
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً تُبَلِّغُنَا بِهَا حَجَّ بَيْتِكَ الْحَرَامِ، وَزِيَارَةَ حَبِيْبِكَ مُحَمَّدٍ عَلَيْهِ اَفْضَلُ الصَّلَاةِ وَالسَّلاَمِ، فِي صِحَّةٍ وَعَافِيَةٍ وَبُلُوْغِ الْمَرَامِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّم
Allahumma shalli ala sayyidina muhammadin shalatan tuballighuna biha hajja baitikal haram, wa ziyarata habibika muhammadin alaihi afdhalush shalati wassalam fi sihhatin wa ‘afiyah wa bulughil marami wa ala alihi wa sahbihi wa sallim
Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah rahmat atas junjungan kami Muhammad ﷺ dengan berkah shalawat yang dapat menyampaikan kami dengannya untuk berkunjung ke rumah-Mu yang mulia dan mengunjungi makam Nabi-Mu.”
Ibnul Qayyim menyatakan bahwa ada tiga tingkatan dalam bershalawat saat doa:
- Bershalawat sebelum memanjatkan doa setelah memuji Allah.
- Bershalawat di awal, pertengahan dan akhir doa.
- Bershalawat di awal dan di akhir, lalu menjadikan hajat yang diminta di pertengahan doa.
2. Doa Penerima Amal dan Kerinduan Berislam
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ. رَبَّنَا وَاجْعَلْنَا مُسْلِمَيْنِ لَكَ وَمِن ذُرِّيَّتِنَا أُمَّةً مُّسْلِمَةً لَّكَ وَأَرِنَا مَنَاسِكَنَا وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ
Rabbana taqabbal minna innaka anta sami’ul alim rabbana waj’alna muslimaini laka wamin zurriyatina ummatam muslimatan laka wa’arina manasikana wa tub’alaina innaka anta tawwabur rahim
Artinya: “Ya Tuhan kami semoga Engkau menerima (amalan ibadah kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
3. Doa Memohon Kelaparan Rezeki dan Keberkahan
اللهم ارزقنا رزقا واسعا حلالا طيبا مباركا وأنت خير الرازقين
Allahummar zuqnaa rizqon wa si’an halalan thoyyiban mubarokan wa anta khoirur rooziqiin
Artinya: “Ya Allah karuniakan kepada kami rezeki yang luas, halal, baik lagi berkah, dan Engkaulah sebaik-baiknya yang memberikan rezeki.”
4. Doa Nabi Ibrahim Memohon Bimbingan Manasik
رَبَّنَا وَاجْعَلْنَا مُسْلِمَيْنِ لَكَ وَمِنْ ذُرِّيَّتِنَآ اُمَّةً مُّسْلِمَةً لَّكَۖ وَاَرِنَا مَنَاسِكَنَا وَتُبْ عَلَيْنَا ۚ اِنَّكَ اَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ
Rabbanaa waj’alnaa muslimaini laka wamin dzurriyyatinaa ummatan muslimatan laka wa arinaa manaasikanaa watub ‘alainaa innaka antat tawwaabur rahiim
Artinya: “Ya Tuhan kami, jadikanlah kami orang yang berserah diri kepada-Mu, dan anak cucu kami (juga) umat yang berserah diri kepada-Mu dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara melakukan ibadah (haji) kami, dan terimalah tobat kami.”
5. Doa Memohon Kemudahan Perjalanan
اللهم يسّر لنا زيارة بيتك الحرام وعمرة مقبولة وزيارة نبيك محمد صلى الله عليه وسلم
Allahumma yassir lana ziyarata baitikal haram wa ‘umratan maqbūlatan wa ziyarata nabiyyika Muhammadin shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Artinya: “Ya Allah, mudahkanlah bagi kami untuk menziarahi rumah-Mu yang mulia, menjalankan umrah yang mabrur, serta menziarahi Nabi-Mu Muhammad ﷺ.”
Doa Memohon Haji Dengan Bahasa Indonesia
Bolehkah kita berdoa memohon agar bisa segera berhaji bersama keluarga dengan bahasa selain bahasa Arab. Sebagai contoh kita memohon doa dengan menggunakan bahasa Indonesia?.
Ya Allah, karuniailah hamba untuk berhaji bersama keluarga hamba
Syaikh Sholih Al Munajid hafizhohullah dalam situs beliau Tanya Jawab Seputar Islam memberikan penjelasan,
Adapun do’a di luar shalat, maka tidak mengapa menggunakan bahasa non Arab. Seperti ini sama sekali tidak ada masalah lebih-lebih lagi jika hatinya semakin hadir (semakin memahami) do’a yang ia panjatkan.
Jadi berdoalah sebanyak mungkin meminta agar bisa berhaji berama keluarga, di setiap kondisi kita, terutama di waktu-waktu mustajab untuk berdoa.
Waktu Mustajab Untuk Berdoa Meminta Haji Bersama Keluarga
Agar doa kita lebih memiliki potensi mudah untuk dikabulkan, alangkah baiknya kita juga memperhatikan kapan waktu doa kita mudah untuk Allah kabulkan.
1. Waktu Sahur/sepertiga malam
Waktu sepertiga malam ini secara rutin kita temui setiap hari, di waktu ini bisa kita amalkan agar doa meminta haji kita lebih mudah Allah kabulkan.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ يَقُولُ مَنْ يَدْعُونِى فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِى فَأُعْطِيَهُ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِى فَأَغْفِرَ لَهُ
“Rabb kita tabaraka wa ta’ala turun ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Lantas Allah berfirman, “Siapa saja yang berdo’a kepada-Ku, maka akan Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku, maka Aku beri. Siapa yang meminta ampunan kepada-Ku, maka akan Aku ampuni.” (HR. Bukhari, no. 1145 dan Muslim, no. 758).
2. Hari Jum’at
Pada hari Jum’at juga merupakan waktu yang rutin kita temui, perbanyak pengetahuan kita tentang keutamaan haji jum’at dan kapan kita harus berdoa di hari jum’at tersebut.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan tentang hari Jum’at, lantas beliau bersabda,
« فِيهِ سَاعَةٌ لاَ يُوَافِقُهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ ، وَهْوَ قَائِمٌ يُصَلِّى ، يَسْأَلُ اللَّهَ تَعَالَى شَيْئًا إِلاَّ أَعْطَاهُ إِيَّاهُ » . وَأَشَارَ بِيَدِهِ يُقَلِّلُهَا
“Di hari Jum’at terdapat suatu waktu yang tidaklah seorang hamba muslim yang ia berdiri melaksanakan shalat lantas ia memanjatkan suatu do’a pada Allah bertepatan dengan waktu tersebut melainkan Allah akan memberi apa yang ia minta.” Dan beliau berisyarat dengan tangannya akan sebentarnya waktu tersebut. (HR. Bukhari, no. 935; Muslim, no. 852)
3. Bulan Ramadhan
Bulan Ramadhan merupakan bulan mulia yang di mana doa kita hamba akan mudah dikabulkan. Berdoa meminta haji bersama keluarga di bulan Ramadhan tak perlu kita ragukan lagi, perbanyak doa di bulan Ramadhan adalah salah satu upaya kita agar Allah kabulkan niat haji kita.
Terkait bulan Ramadhan merupakan bulan do’a disampaikan dalam hadits dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ لِلّهِ فِى كُلِّ يَوْمٍ عِتْقَاءَ مِنَ النَّارِ فِى شَهْرِ رَمَضَانَ ,وَإِنَّ لِكُلِّ مُسْلِمٍ دَعْوَةً يَدْعُوْ بِهَا فَيَسْتَجِيْبُ لَهُ
Artinya: “Sesungguhnya Allah membebaskan beberapa orang dari api neraka pada setiap hari di bulan Ramadhan, dan setiap muslim apabila dia memanjatkan do’a, akan dikabulkan.” (HR. Al-Bazaar. Al-Haitsami dalam Majma’ Az-Zawaid, 10: 14 mengatakan bahwa perowinya tsiqoh -terpercaya-. Lihat Jami’ Al-Ahadits, 9: 224)
4. Hari Arafah 9 Duzlhijjah
Berdoa di hari Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah merupakan waktu yang mustajab untuk dikabulkannya. Berdoa pada Hari Arafah ini tidak hanya untuk orang yang berhaji saja. Bagi kita yang ingin meminta haji, layaknya di hari Arafah ini kita perbanyak doa, agar Allah kabulkan doa kita meminta haji.
Dari ‘Amr bin Syu’aib dari ayahnya dari kakeknya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
خَيْرُ الدُّعَاءِ دُعَاءُ يَوْمِ عَرَفَةَ
Artinya: “Sebaik-baik do’a adalah do’a pada hari Arafah.” (HR. Tirmidzi no. 3585)
5. Antar Adzan dan Iqomah
Waktu diantara Adzan dan Iqomah juga merupakan waktu yang mudah/mustajab untuk dikabulkannya doa, sebagaimana hadist berikut ini.
Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ الدُّعَاءَ لاَ يُرَدُّ بَيْنَ الأَذَانِ وَالإِقَامَةِ فَادْعُوا
Artinya: “Sesungguhnya do’a yang tidak tertolak adalah do’a antara adzan dan iqomah, maka berdo’alah (kala itu).” (HR. Ahmad, 3: 155)
6. Selesai Sholat 5 Waktu
Jangan ragu bagi kita untuk mengamalkan doa setelah sholat lima waktu, dan ini juga merupakan waktu dikabulkannya doa, sebagaimana Allah Ta’ala berfirman,
فَإِذَا فَرَغْتَ فَانْصَبْ (7) وَإِلَى رَبِّكَ فَارْغَبْ (8)
Aertinya: “Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain dan hanya kepada Rabbmulah hendaknya kamu berharap.” (QS. Alam Nasyrah: 1-8)
‘Ali bin Abi Thalhah berkata, dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata,
{ فَإِذَا فَرَغْتَ فَانْصَبْ } يعني: فِي الدُّعَاءِ
“Jika engkau telah selesai (dari shalat atau ibadah, pen.), maka berdo’alah.” Ini juga jadi dalil sebagian ulama dibolehkan berdoa setelah shalat fardhu. (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 7: 599)
Amalan Pendukung Agar Cepat Berangkat Haji
Doa yang dipanjatkan akan semakin kuat jika dibarengi dengan ikhtiar nyata di dunia. Berikut adalah beberapa langkah yang bisa Anda lakukan:
- Komitmen Menabung Haji: Langkah awal yang konkret adalah membuka rekening haji dan konsisten menyisihkan pendapatan. Perencanaan finansial yang matang merupakan bentuk kesungguhan niat Anda.
- Gemar Bersedekah: Memberi kepada sesama tidak akan mengurangi harta, justru membuka pintu rezeki dari arah yang tidak terduga. Kedermawanan mengundang keberkahan yang bisa mempercepat keberangkatan Anda.
- Menjaga Kedisiplinan Shalat: Shalat lima waktu adalah fondasi utama. Melalui komunikasi yang rutin dengan Sang Pencipta, setiap permohonan Anda untuk pergi ke Tanah Suci akan lebih sering terucap di waktu-waktu mustajab.
- Melazimkan Istigfar: Memohon ampunan secara rutin mampu menghapus penghalang rezeki. Dengan hati yang bersih melalui istigfar, Allah akan memudahkan segala urusan hamba-Nya, termasuk urusan ibadah haji.
- Mempelajari Tata Cara Haji: Mempelajari manasik sejak dini adalah bukti kesiapan mental. Dengan memahami ilmu agama, Anda akan lebih siap saat panggilan Allah itu benar-benar datang.
Kesimpulan
Keinginan bersimpuh di Baitullah adalah kerinduan yang mulia. Melalui kombinasi antara doa-doa yang tulus serta amalan yang konsisten, harapan untuk menunaikan haji bersama keluarga bukanlah hal yang mustahil. Tetaplah berikhtiar dengan penuh optimisme dan rasa syukur atas setiap nikmat yang ada.
Referensi:
- Islamqa.info, diakses 2025. Hukum Berdoa Dengan Selain Bahasa Arab di Dalam & di Luar Shalat
- Rumaysho.com, diakses 2025. 6 Waktu Terkabulnya Doa

